Jumat, 14 November 2014

SMK Harus Jadi Solusi atas Masalah Pengangguran

Jombang, Dian Umbara. Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid (Ipang) menilai, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang jumlah pengangguran yang cukup besar. Padahal, seharusnya SMK memberikan solusi bagi masalah tersebut.

"Ini menyedihkan. Hampir 10 persen pengangguran dari SMK. Padahal, SMK seharusnya memberikan solusi bagi masalah pengangguran. Tapi ini malah menambah pengangguran," ujarnya di hadapan ratusan santri dan mahasiswa Universitas Hasyim Asyari Tebuireng, Jombang, Ahad, (19/3).

SMK Harus Jadi Solusi atas Masalah Pengangguran (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Harus Jadi Solusi atas Masalah Pengangguran (Sumber Gambar : Nu Online)


SMK Harus Jadi Solusi atas Masalah Pengangguran

Menurut putra sulung KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini, masalahnya terdapat pada sistem pendidikan nasional yang belum mampu mendorong peserta didik untuk berani dan mampu mengambil jalan sebagai entrepreneur. "Apa yang diajarkan di kelas, dan apa yang dibutuhkan di luar, tidak sama," ungkapnya.

Beberapa tahun ini, sudah banyak kemajuan dalam upaya meningkatkan minat kewirausahaan. "Tapi pekerjaan rumahnya masih banyak," ujar pria yang berprofesi sebagai konsultan branding ini.

Dian Umbara

Belum meratanya kehadiran inkubator bisnis untuk pelaku usaha baru, juga menjadi masalah tersendiri. "Karena merintis sendiri, baru gagal 1-2 kali akhirnya (mereka) menyerah. Sebab, tidak ada yang menginkubasi," ungkapnya.

Dian Umbara

Ipang juga mengungkapkan rendahnya rasio wirausahawan dibanding jumlah penduduk Indonesia. "Wirausaha di Indonesia cuma 3,1 persen. Jauh dibanding Malaysia yang mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. Apalagi dibanding Amerika Serikat (12 persen) dan China (10 persen). Betapa kalahnya kita dengan bangsa yang lain," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipang juga memaparkan kisah sukses yang diraih oleh beberapa SMK di Indonesia. Antara lain SMK NU Banat Kudus dan SMKN 1 Kudus. "Zelmira, brand fashion karya siswa SMK NU Banat, Kudus, bahkan sudah bisa tampil dan menjalin kerja sama bisnis dengan Hongkong," ungkapnya.

Karena itu, KEIN berusaha menjadi jembatan antara dunia usaha, akademis, masyarakat sipil dan pemerintah. "Kita memfasilitasi adanya knowledge sharing di antara para stakeholder ini, lalu hasilnya kita buatkan policy memo untuk disampaikan kepada presiden," tuturnya.

Menurut dia, sudah banyak ide yang lahir dari proses ini, untuk menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia. Misalnya, usulan tentang model SMK yang ideal, agar bisa selaras dan menyesuaikan dengan dinamika industri kreatif. "Jadi, selain lulusannya bisa terserap untuk langsung bekerja, mereka juga relatif lebih siap untuk berwirausaha di bidang kreatif," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76277/smk-harus-jadi-solusi-atas-masalah-pengangguran

Dian Umbara

Ini bukan blog dari Mas Dian Tegal sang legenda adsense bukan, tapi kebetulan nama kita mirip. Saya hanya pengurus IPNU dengan nama Dian Umbara..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Dian Umbara sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Dian Umbara. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Dian Umbara dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock